Kamis, 30 Oktober 2014

TUGAS 2 SMBD

Kamis, 09 Oktober 2014

TUGAS 1 SMBD

Jumat, 12 September 2014

"Kaidah dalam wireless LAN

   Frequency dan Wavelenght
Frequency adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang diberikan. Untuk memperhitungkan frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu.
Wavelenght adalah jarak antar dua titik identik dalam sebuah siklus.
Panjang gelombang tergantung pada ketinggian frekuensi. Semakin tinggifrekuensi, semakin pendek gelombangnya. Pada frekuensi 2.4GHz atau 2400MHz maka panjang gelombang 12.5cm. Panjang gelombang dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:

Panjang Gelombang (meter) = 300 / Frekuensi (MHz)
Angka 300 datang dari kecepatan cahaya, karena sinyal radio di udara bergerak pada kecepatan cahaya. Kecepatan gelombang radio akan berbeda sedikit di metal.

2.      Tx power
Tx Power/Penguatan antenna adalah besarnya penguatan energi yang dapat dilakukan oleh antenna pada saat memancarkan dan menerima sinyal. Penguatan antenna diukur dalam:
dBi             : relative terhadap antenna isotropic (antenna titik).
dBd           : relative terhadap sebuah antenna dipole.
Hubungan antara dBd dan dBi adalah sebagai berikut:
0 dBd = 2.15 dBi

3.      Rx Sensivity
Rx adalah kependekan dari “Receive” atau penerima. Semua radio memiliki point of no return yaitu keadaan dimana radio menerima sinyal kurang dari Rx sensitivity yang ditentukan dan radio tidak mampu melihat datanya. Titik minimal sensitifitas RX didefinisikan dalam dBm atau W.
Contoh : Misal 802.11b mempunyai received sensitivitinya - 78 dBm maka pada level ini bit Error Ratenya ( BER ) dari -5 ( 99,999 % ) akan terlihat.

4.      Looses
Kehilangan daya pada setiap 1000 feet (30 meter) kabel untuk frekuensi 2.4GHz.
RBG    :10
            LMR400 : 6.4
            LMR600 : 5.4
            Heliax 3/8” : 5.36
Heliax 1/5” : 3.74
Heliax 5.8” : 2.15

5.      EIRP
Effective Isotropic Radiated Power adalah daya pancar total perangkat setelah diperhitungkan dengan antena dan gangguan lainya
EIRP = dBm alat + dBi antena – Losses
Losses = akibat dari konektor , panjang kabel pigtail dll

6.      Free Space Loss(FSL)
Free Space Loss(FSL) adalah loss (kerugian) yang terjadi dalam sambungan komunikasi melalui gelombang radio dapat diformulasikan sebagai berikut:
FSL = 20 LOG10(Frek, dalam MHz) + 20 LOG10(Jarak, dalam mil) + 36.6.
Dari perhitungan sederhana di atas, maka untuk jarak 5 km dan frekuensi 2400 MHz (2.4 GHz), FSL = 114 dB

7.      Line of Sigh

line of sight merupakan garis lurus imajiner yang menghubungkan satu access point dengan access point lain. Idealnya, sebuah garis pandang tidak memiliki penghalang (bangunan atau pepohonan) sama sekali sehingga tidak menurunkan kualitas sinyal. Banyaknya penghalang dalam sebuah garis pandang akan mengurangi kekuatan sinyal yang diterima oleh access point. Sebuah garis pandang yang baik bukan berarti tidak memiliki pengahalang sama sekali, melainkan hanya memiliki sedikit penghalang (seperti sedikit pohon dan gedung).

8.      Fesnel Zone
Adalah area disekitar garis lurus antar antena yang digunakan sebagai media rambat frekuensi.
ü  Secara ideal fresnel zone harus dipenuhi.
ü  20 % gangguan fresnel zone akan mempengaruhi kualitas link namun lebih dari itu akan sangat mempengaruhi.
ü  Halangan fresnel zone dapat berupa bangunan dan juga pepohonan ( karena air pada daun akan menyerap sinyal )

"Fungsi UUD 1945

SIFAT UUD 1945

1.      UUD 1945 bersifat supel (elastis),
Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa masyarakat itu terus berkembang dan dinamis. Negara Indonesia akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perubahan zaman. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus tetap menjaga supaya sistem Undang-Undang Dasar tidak ketinggalan zaman.

2.      Rigid
Mempunyai kedudukan dan derajat yang lebih tinggi dari peraturan perundang-undangan yang lain, serta hanya dapat diubah dengan cara khusus dan istimewa.






"Kedudukan UUD 1945

KEDUDUKAN UUD 1945

UUD 1945 adalah:
Hukum dasar yang tertulis (di samping itu masih ada hukum dasar yang tidak tertulis, yaitu Konvensi)
1. Sebagai (norma) hukum :
a. UUD bersifat mengikat terhadap: Pemerintah, setiap Lembaga Negara/Masyarakat, setiap WNRI dan penduduk di RI.
b. Berisi norma-norma: sebagai dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan negara harus dilaksanakan dan ditaati.
2. Sebagai hukum dasar:
a. UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi) Setiap produk hukum (seperti UU, PP, Perpres, Perda) dan setiap kebijaksanaan Pemerintah berlandaskan UUD 1945.
b. Sebagai Alat Kontrol Yaitu mengecek apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai dengan ketentuan UUD 1945.








"Pengertian UUD 1945

PENGERTIAN UUD 1945

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis,dan juga konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.
Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.
Latar belakang terbentuknya UUD 1945 bermula dari janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan bangsa Indonesia di kemudian hari. Janji tinggalah janji, setelah Jepang berhasil memukul mundur tentara Belanda, malah mereka sendiri yang menindas kembali bangsa Indonesia, bahkan lebih sadis dari sebelumnya.

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945, adalah Badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945 Ir.Sukarno menyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila. Kemudian BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 8 orang untuk menyempurnakan rumusan Dasar Negara. Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Setelah dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPK untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

"Contoh Analisa Regresi Linier Berganda

TUGAS 3
CONTOH ANALISA REGRESI LINIER BERGANDA

Pratikum Metoda Statistika

SPSS


DISUSUN OLEH :
NAMA            : SISWANTO
NIM                : 131051009
KELAS           : SL1
Asisten Jaga    : Abdurrahman A. B

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
2013/2014
KATA PENGANTAR
            Segala puji dan syukur penulis hanturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat serta hidayah- Nya, sehingga memberikan kekuatan, kemudahan, dan kemampuan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan laporan ini dengan judul “ Contoh Analisa Regresi Linier Berganda“ guna memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh nilai pada mata kuliah praktikum metoda statistika.
            Penulis menyadari akan kelemahan serta keterbatasan yang ada sehingga dalam penyelesaian laporan ini memperoleh bantuan dari berbagai pihak.
Penulis menyadari  bahwa laporan ini masih banyak kekurangan baik isi maupun susunannya. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa diharapkan. Semoga amal dan kebaikan dari semua pihak mendapatkan balasan dari Allah SWT. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih dan semoga laporan ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi penulis tetapi juga para pembaca.Amin.



Yogyakarta,  15 Mei  2014


                                                                                    Penulis






BAB I
PENDAHULUAN
A.       Tujuan Pelaksanaan Praktikum
Tujuan Pelaksanaan Praktikum :
         Mahasiswa dapat memperoleh kemantapan untuk memperdalam materi yang diberikan oleh dosen ataupun aslep dengan kompetensi yang ada di kampus atau waktu praktikum.
         Dapat membandingkan kompetensi yang diperoleh dikampus baik teori maupun praktikum.
         Dapat mengerjakan tugas dengan baik dan benar.
         Dapat membedakan cara kerja dan fungsi masing – masing bagian dari suatu pekerjaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan ( SPSS ).
         Dapat menggunakan suatu jenis pekerjaan yang berkaitan dengan SPSS.
         Untuk menghitung data statistic ataupun bagaimana cara membaca atau menganalisisnya.
         Disiplin, teliti, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh dosen.
         Kreatif, inisiatif, dan inovatif dalam melaksanakan tugas.




BAB II
CONTOH ANALISA REGRESI LINIER BERGANDA
a.      Contoh Kasus
PT. CEMERLANG dalam beberapa bulan gencar mempromosikan sejumlah peralatan elektronik dengan membuka outlet di berbagai daerah. Berikut ini adalah data mengenai Penjualan, Biaya Promosi dan Luas Outlet yang berasal dari 15 daerah di Indonesia.

Daerah
Sales
Promosi
Outlet

(dalam jutaan)
(dalam jutaan)
(dalam m2)



Jakarta
205
26
159

Tangerang
206
28
164

Bekasi
254
35
198

Bogor
246
31
184

Bandung
201
21
150

Semarang
291
49
208

Solo
234
30
184

Yogya
209
30
154

Surabaya
204
24
149

Purwokerto
216
31
175

Madiun
245
32
192








Tuban
286
47
201

Malang
312
54
248

Kudus
265
40
166

Pekalongan
322
42
287


Dari table tadi, akan dilakukan analisis regresi untuk mengetahui hubungan di antara variable Penjualan dengan Biaya Promosi dan Luas Outlet.

b.      Pengolahan Data Dengan SPSS
Langkah-langkah :
1.      Buka file berganda.sav

2.      Dari menu utama SPSS, pilih menu Statistics, kemudian pilih submenu Regression, lalu pilih Linear…

3.      Tampil kotak dialog Linear Regression

4.      Pengisian :

·         Dependent. Dalam hal ini variable tergantung adalah variable Sales, jadi klik Sales, kemudian klik tanda > (yang sebelah atas), maka variable Sales berpindah ke Dependent.

·         Independent(s). Dalam hal ini variable bebas adalah variable Promosi. Klik variable Promosi juga Outlet. Kemudian klik tanda > (yang sebelah tengah), maka variable Promosi dan Outlet berpindah ke Independent(s).

Method, atau cara memasukkan/selekasi variable. Metode ini bermacam-macam, seperti Stepwise, Remove, Backward dan Forward (Stepwise). Untuk keseragaman, pilih default yang ada, yaitu Enter, yaitu prosedur pemilihan variable di mana semua variable dalam blok dimasukkan dalam perhitungan ‘single step’.

·         Pilih tombol Options, maka :
Untuk Stepping Method Criteria, digunakan uji F yang mengambil standar angka probabilitas 5%. Karena itu, angka Entry .05 atau 5% dipilih.
Pilihan default Include constantin equation atau menyertakan konstanta tetap dipilih.
Penanganan Missing Value atau data yang hilang, digunakan default dari SPSS, yaitu Exclude cases pairwise. Data kasusu tidak ada yang hilang. Klik Continue untuk meneruskan.

·         Pilih tombol Statistics. Pilihan ini berkenaan dengan perhitungan statistic regresi yang akan digunakan. Perhatikan default yang ada di SPSS adalah Estimates dan
Model fit.
Regression Coefficient atau perlakuan koefisien regresi, pilih default atau
Estimates.
Klik pilihan Descriptive selain pilihan Model fit. Klik Continue untuk meneruskan.

·         Pilih tombol Plots atau berhubungan dengan gambar/grafik untuk regresi. Klik produce all partial plots, kemudian klik Continue untuk meneruskan.

5.      Kemudian tekan OK untuk proses data.

c.       Output

23 Oct 89 SPSS for MS WINDOWS Release 6.0


* * * *   M U L T I P L E   R E G R E S S I O N   * * * *


Listwise Deletion of Missing Data

Mean   Std Dev  Label

SALES
246.400
41.113

OUTLET
187.933
38.087

PROMOSI
34.667
9.678

N of Cases =
15


Correlation, 1-tailed Sig:



SALES
OUTLET
PROMOSI
SALES

1.000
.901
.916


.
.000
.000
OUTLET

.901
1.000
.735


.000
.
.001
PROMOSI

.916
.735
1.000


.000
.001
.

23 Oct 89 SPSS for MS WINDOWS Release
6.0



M U L T I P L E
R E G R E S S I O N

Equation Number 1
Dependent Variable..
SALES

Descriptive
Statistics are printed on Page
1

Block Number
1.
Method:  Enter
OUTLET
PROMOSI


Variable(s) Entered on Step Number

1..                    PROMOSI
2..                    OUTLET

Multiple
R
.97557



R Square

.95173



Adjusted
R Square
.94368



Standard
Error
9.75663



Analysis
of Variance






DF
Sum of Squares
Mean Square

Regression
2
22521.29893
11260.64946

Residual

12
1142.30107
95.19176

F =
118.29438
Signif F =  .0000


------------------

Variables in the Equation ------------------

Variable

B
SE B
Beta
T
Sig T
OUTLET

.535102
.101019
.495724
5.297
.0002
PROMOSI
2.342246
.397548
.551377
5.892
.0001
(Constant)
64.638577
13.111991

4.930
.0003
End Block Number
1
All requested variables entered.

Hi-Res Chart
# 1:Partial residual plot of sales with outlet
Hi-Res Chart
# 2:Partial residual plot of sales with promosi

d. Analisis

1. Output bagian pertama



Mean
Std Dev  Label
SALES
246.400
41.113
OUTLET
187.933
38.087
PROMOSI
34.667
9.678
N of Cases =
15


Rata-rata Sales (dengan jumlah data 15 buah) adalah Rp. 246.400.000,- dengan
standar deviasi Rp. 41.110.000,-.

Rata-rata luas Outlet (dengan jumlah data 15 buah) adalah 187,93 m2 dengan standar deviasi 38,09 m2.

Rata-rata Biaya Promosi (dengan jumlah data 15 buah) adalah Rp. 34.670.000,-dengan standar deviasi Rp. 9.680.000,-








2.     Output bagian kedua

Correlation, 1-tailed Sig:


SALES
OUTLET
PROMOSI
SALES
1.000
.901
.916

.
.000
.000
OUTLET
.901
1.000
.735

.000
.
.001
PROMOSI
.916
.735
1.000

.000
.001
.

a.       Besar hubungan antar variable Sales dengan Outlet yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0.901, sedangkan korelasi variable Sales dengan Promosi adalah 0.916. Secara teoritis, karena korelasi antara Sales dengan Promosi lebih besar, maka variabel Promosi lebih berpengaruh terhadap Sales dibanding variable Outlet.

b.      Terjadi korelasi yang cukup kuat antara variable Promosi dengan Outlet, yaitu 0.735. hal ini menandakan adanya multikolineritas, atau korelasi di antara variable bebas.

c.       Tingkat signifikansi koefisien korelasi satu sisi dari output (diukur dari probabilitas) menghasilkan angka 0.000 atau praktis 0. Karena probabilitas jauh di bawah 0.05, maka korelasi di antara variable Sales dengan Promosi dan Outlet sangat nyata.

3. Output bagian ketiga

Equation Number 1
Dependent Variable..
SALES
Descriptive
Statistics are printed on Page
1
Block Number
1.
Method:  Enter
OUTLET
PROMOSI


Variable(s) Entered on Step Number
1..                    PROMOSI

2..                    OUTLET

Multiple
R

.97557
R Square


.95173
Adjusted
R
Square
.94368
Standard
Error
9.75663

a.       Variabel Entered menunjukkan bahwa tidak ada variable yang dikeluarkan (removed), atau dengan kata lain kedua variable bebeas dimasukkan dalam perhitungan regresi.

b.      Angka R square adalah 0.952. hal ini berarti 95,2% Sales perusahaan bisa dijelaskan oleh variable Promosi dan outlet yang disewa, sedangkan sisanya (100% - 95,2% = 4,8%) dijelaskan oleh sebab/factor yang lain.

c.       Standard error of estimate adalah 9.76 atau Tp. 9.760.000,- (satuan yang dipakai adalah variable dependent, atau dalam hal ini adalah Sales). Perhatikan pada analisis sebelumnya, bahwa standard deviasi Sales adalah Rp. 41.110.000,-, yang jauh lebih besar dari standard error of estimate yang hanya Rp. 9.760.000,-. Karena labih kecil dari standard deviasi Sales, maka model regresi lebih bagus dalam bertindak sebagai predictor Sales daripada rata-rata Sales itu sendiri.

4. Output bagian keempat

Analysis
of Variance





DF
Sum of Squares
Mean Square
Regression
2
22521.29893
11260.64946
Residual

12
1142.30107
95.19176

F =
118.29438
Signif F =
.0000


------------------

Variables in the
Equation ------------------


Variable

B
SE B
Beta
T
Sig T
OUTLET

.535102
.101019
.495724
5.297
.0002
PROMOSI

2.342246
.397548
.551377
5.892
.0001
(Constant)
64.638577
13.111991

4.930
.0003
a.       Dari ujia ANOVA atau F test, didapat F hitung adalah 118.294 dengan tingkat signifikansi 0.0000. karena probabilitas (0.0000) jauh lebih kecil dari 0.05, maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi sales. Atau bisa dikatakan, Promosi dan luas Outlet yang disewa secara bersama-sama berpengaruh terhadap Sales.


b.      Persamaan regresi yang dapat dilihat pada Variables in the Equation, yaitu :
Y = 64.639 + 2.342 X1 + 0.535 X2
Di mana : Y = Sales, X1 = Biaya Promosi, dan X2 = Luas Outlet
Konstanta sebesar 64.639 menyatakan bahwa jika tidak ada Biaya Promosi
atau

Outlet yang disewa perusahaan, maka Sales adalah Rp. 64.639.000,-
Koefisien regresi X1 sebesar 2.343 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena

tanda +) Rp. 1,- Biaya Promosi, akan meningkatkan Sales sebesar Rp. 2.343.000,-. Koefisien regresi X2 sebesar 0.535 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena

tanda +) 1 m2 Luas Outlet yang disewa, akan meningkatkan Sales sebesar Rp. 535.000,-.


c.       Uji t untuk menguji signifikansi konstanta dan variable dependent, yaitu Biaya Promosi. (Di sini akan diberi contoh uji koefisien regresi dari variable Promosi).

Hipotesis

Hipotesis untuk kasus ini adalah :
Ho = Koefisien regresi tidak signifikan.
Ha = Koefisien regresi signifikan.

Pengambilan Keputusan

Dasar pengambilan keputusan adalah : Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima Jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak
(dalam SPSS, biasanya kata probabilitas diwakili dengan kata signifikan / sig.)

Keputusan
Terlihat bahwa Sig. T adalah 0.0001, atau probabilitas jauh di bawah 0.05, maka Ho ditolak, atau koefisien regresi signifikan, atau Promosi benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap Sales.

Uji yang sama, jika diterapkan pada variable Outlet, akan menghasilkan kesimpulan yang sama, yaitu variable Outlet benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap Sales.

5. Output bagian kelima

Hi-Res Chart  # 1:Partial residual plot of sales with outlet
Hi-Res Chart  # 2:Partial residual plot of sales with promosi

a.       Hubungan Sales dengan Outlet

Terlihat bahwa sebaran data membentuk arah ke kanan atas, dan jika ditarik garis lurus akan didapat slope yang positif. Hal ini sesuai dengan koefisien regresi (yang adalah nilai slope) Outlet yang positif.




Partial Regression Plot

Dependent Variable: SALE

50
40

30

20
10
0






-10






-20






-40
-20
0
20
40
60
80
OUTLET
























b.      Hubungan Sales dengan Promosi

Terlihat bahwa sebaran data membentuk arah ke kanan atas, dan jika ditarik garis lurus akan didapat slope yang positif. Hal ini sesuai dengan koefisien regresi (yang adalah nilai slope) Promosi yang positif.

Partial Regression Plot

Dependent Variable: SALES

50
40
30
20

10
0




-10




-20




-30






PROMOSI